Manusia Makhluk Yang Mulia

Manusia Sebagai Makhluk Yang Mulia

Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai penerima dan pelaksana ajaran. Oleh karena itu ia ditempatkan pada kedudukan yang mulia. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an: Qs. 17 Al-Israa’ : 70:

70.  Dan Sesungguhnya Telah kami muliakan anak-anak Adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan[862], kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang Sempurna atas kebanyakan makhluk yang Telah kami ciptakan.(Qs. 17 Al-Israa’ : 70)

[862]  Maksudnya: Allah memudahkan bagi anak Adam pengangkutan-pengangkutan di daratan dan di lautan untuk memperoleh penghidupan.

Sesuai dengan kedudukannya yang mulia itu, maka Allah menciptakan manusia itu dalam bentuk fisik yang bagus dan seimbang.

Firman Qs. 95 At-tini : 4:

Artinya : Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .( Qs. 95 At-tini : 4)

Untuk mempertahankan kedudukannya yang mulia dan bentuk pribadi yang bagus itu, Allah melengkapinya dengan akal dan perasaan yang memungkinkannya menerima dan mengembangkan ilmu pengetahuan, dan membudayakan ilmu yang dimilikinya. Ini berarti bahwa kedudukan manusia sebagai makhluk yang mulia itu adalah karena dimilikinya :

  1. Akal dan perasaan
  2. Ilmu pengetahuan dan
  3. Kebudayaan yang seluruhnya dikaitkan kepada pengabdian pada Pencipta, Allah SWT.

Wallahu Alam Bisshowwab

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Agama dan Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s