Ingkar Al-Sunnah

Pendahuluan

Pengertian ingkar sunnah adalah gerakan yang ada di kalangan umat Islam yang tidak atau enggan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, mereka hanya berpegang kepada al-Quran saja, ada juga yang menyebut ingkar sunnah dengan munkir sunnah, jadi ingkar sunnah adalah kelompok dari kalangan umat Islam yang menolak ototritas dan kebenaran sunnah sebagai hukum dan sumber ajaran Islam. Kelompok Ingkar sunnah (penentang Sunnah) berpendapat bahwa Islam cukup dengan al-Qur’an saja. Mereka beranggapan, al Qur’an-lah satu-satunya pedoman hidup dan hukum Islam yang benar. Karena itu kelompok ini menolak seluruh atau sebagian Sunnah Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup atau dasar hukum umat Islam. Pendapat seperti ini jelas salah dan keliru. Setiap istinbath (pengambilan hukum) dalam syariat Islam harus berpijak pada al-Qur’an dan Sunnah Nabi.  Kedua sumber hukum Islam ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam kaitannya dengan kepentingan istidlal dan dipandang sebagai sumber pokok yang satu, yaitu nash. Keduanya saling menopang secara sempurna dalam menjelaskan syari’ah.

Dalam konteks ini Imam Syatibi berkata: “Di dalam istinbath hukum, tidak seyogyanya hanya membatasi dengan memakai dalil al-Qur’an saja, tanpa memperhatikan penjabaran (syarah) dan penjelasan (bayan), yaitu Sunnah. Sebab di dalam al-Qur’an terdapat banyak hal-hal yang masih global seperti keterangan tentang shalat, zakat, haji, puasa dan lain sebagainya, sehingga tidak ada jalan lain kecuali menengok keterangan Sunnah.

Selain menjelaskan ayat  yang bersifat mujmal (global) seperti shalat, zakat dan puasa, Sunnah  juga menjelaskan ayat-ayat yang bersifat mubham (samar-samar). Misalkan dalam surat at-Taubah ayat 101 Allah berfirman,

Artinya : “Nanti mereka akan Kami azab dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.” (At Taubah [9] : 101)

Sahabat Ibnu Abbas RA menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan azab dua kali dalam ayat tersebut, yang pertama adalah azab dunia berupa dibukanya aib orang-orang munafik oleh Rasulullah di muka umum dan yang kedua adalah azab kubur, sebagaimana hadits Rasulullah yang mutawatir. Sedang azab yang besar adalah azab di akhirat. (Lihat Tafsir Baghawi dan Zadul Masiir)

B. Pengertian Ingkar As-Sunnah

Ingkar As-Sunnah adalah sebuah sikap penolakan terhadap sunnah Rasul, baik sebagian atau pun keseluruhannya. Mereka membuat metodologi tertentu dalam menyikapi sunnah. Hal ini mengakibatkan tertolaknya sunnah, baik sebagian maupun keseluruhannya. Ada tiga jenis kelompok ingkar as Sunnah. Pertama kelompok yang menolak hadis hadits Rasulullah SAW secara keseluruhan. Kedua yang menolak hadits hadits yang tidak disebutkan dalam Al Quran secara tersurat ataupun tersirat. Ketiga kelompok yang hanya menerima hadits hadits mutawatir (diriwayatkan oleh banyak orang setiap jenjang atau periodenya, tak mungkin mereka berdusta) dan menolak hadits hadits Ahad (tidak mencapai derajat mutawatir) walaupun sahih. Mereka beralasan dengan ayat QS An Najm [53] : 28

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Uncategories. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s